LAMPUNG UTARA – Kekecewaan menyelimuti puluhan mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) setelah program field trip ke Malaysia yang telah dipersiapkan sejak April 2026 gagal total. Para mahasiswa kini mendesak PT Tampiastarlife Tour and Guide agar segera mengembalikan seluruh biaya perjalanan tanpa harus menunggu hingga 7 Agustus 2026.

Menurut keterangan para peserta, perjalanan yang seharusnya menjadi bagian dari kegiatan akademik berubah menjadi pengalaman yang mengecewakan. Mereka mengaku mengalami kerugian materiil, kehilangan waktu, hingga tekanan mental akibat gagalnya keberangkatan.

Pihak penyelenggara sebelumnya disebut menyampaikan alasan adanya kendala logistik internal dan keterlambatan pengurusan paspor. Bahkan, Direktur PT Tampiastarlife Tour and Guide, Arif Priyono, disebut telah membuat pernyataan di atas materai yang menyatakan rombongan dipastikan berangkat pada 6 Juli 2026. Namun, janji tersebut tidak terealisasi.

Berdasarkan keterangan peserta, rombongan berangkat dari kampus dalam kondisi terlambat. Di perjalanan, bus sempat berhenti sekitar satu jam untuk menunggu perlengkapan peserta yang belum siap dari pihak agen, kemudian kembali tertunda akibat antrean pengisian bahan bakar.

Akibat berbagai keterlambatan tersebut, rombongan tiba di Bandara Palembang sekitar pukul 17.00 WIB, sementara jadwal boarding pesawat telah ditutup pada pukul 16.35 WIB. Kesempatan untuk terbang pun gagal.

Mahasiswa kemudian dijanjikan penerbangan pengganti pada dini hari berikutnya. Mereka telah bersiap sejak pukul 01.00 WIB, namun hingga sekitar pukul 05.00 WIB tiket pengganti tidak juga tersedia. Pada akhirnya, seluruh peserta dipulangkan kembali ke Lampung.

Dalam perjalanan pulang, persoalan kembali muncul ketika bus yang membawa rombongan sempat berhenti karena persoalan pembayaran dari pihak penyelenggara. Sebelum kembali ke Lampung, mahasiswa hanya diajak singgah ke kawasan Jembatan Ampera dan sebuah toko oleh-oleh.

Saat ini, PT Tampiastarlife Tour and Guide dikabarkan telah menandatangani kesepakatan baru untuk mengembalikan dana peserta secara penuh paling lambat 7 Agustus 2026. Namun, tenggat waktu tersebut ditolak oleh para mahasiswa.

“Kami sudah mengalami kerugian waktu, tenaga, dan biaya. Pengembalian dana seharusnya dilakukan secepat mungkin, bukan menunggu satu bulan lagi,” ujar salah seorang peserta.

Selain mendesak pengembalian dana, mahasiswa juga meminta pihak FHIS UMKO turut memberikan pendampingan hukum melalui biro hukum atau lembaga bantuan hukum kampus apabila diperlukan.

Sejumlah peserta menyatakan bahwa apabila pengembalian dana tidak segera direalisasikan sesuai komitmen, mereka mempertimbangkan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pimpinan FHIS UMKO maupun PT Tampiastarlife Tour and Guide untuk memberikan penjelasan atau tanggapan atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

Penulis: Rodi Antoni