Lampung Utara (PN)—-Polemik mengenai Debu yang beterbangan dari salah satu Perusahaan batu yang berlokasi di Lingkungan 10 RT 01 RW 14 Kelurahan Bukit Kemuning dan Sidodadi, Desa Muara Aman, Kabupaten Lampung Utara, masih menjadi sorotan publik.

Hal itu disampaikan oleh salah satu warga masyarakat sekitar yang namanya tidak ingin dipublikasikan pada media melalui sambungan telepon, Jum’at (30/01/2026).

Dalam pernyataan nya warga tersebut, menilai apanyang di sampaikan pihak perusahaan beberapa hari lalu adalah bohong belaka, buktinya masyarakat masih mengeluhkan dampak debu yang di timbulkan oleh perusahaan tersebut.

“Saya berharap semua pihak bisa membantu, terutama pemerintah daerah kabupaten Lampung Utara, wabil.khususs dinas lingkungan hidup, agar segera meninjau langsung ke perusahaan, dan menutup semua aktivitas mereka agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dan kami juga meminta pada seluruh awak media agar bisa membantu kami memberitakan kejadian yang sebenarnya, kami sangat khawatir dampak dari debunini dapat menimbulkan penyakit serius, di lingkungan masyarakat.

Klarifikasi yang di lakukan oleh pihak perusahaan menurut warga merupakan upaya untuk melakukan pembodohan publik, sehingga aktivitas mereka tidak terpantau dan dapat berjalan aman.

“Kami juga meminta pada aparat penegak hukum agar bisa membantu warga, untuk melakukan penutupan kegiatan perusahaan tersebut sebelum warga yang menutupnya, dan menimbulkan kegaduhan yang serius di tengah masyarakat.

“Selain itu perusahaan tersebut perlu di lakukan pemeriksaan terkait izin oprasi mereka apakah sudah mengantongi izin atau perusahaan bodong, karena kinerja mereka jauh dari kata kayak.

Sekali lagi kami minta pada dinas lingkungan hidup agar bisa mengembalikan lingkungan kami seperti semula, kami ingin udara di tempat kami bersih dan sejuk.

Sementara itu, menanghapi keluhan warga bukit kemuning Bupati Lampung Utara merespon keluhan masyarakat tersebut dengan memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengecek kebenarannya, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada informasi valid apakah perintah Bupati tersebut telah dilaksanakan atau belum.

Untuk mengetahui perkembangan selanjutnya edisi mendatang kita akan kupas secara jelas siapa saja yang berada di balik kegiatan ini semua.

(Basirun)