Lampung—Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Lampung mengatakan pengamanan di semua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah tersebut mengedepankan pendekatan pembinaan selain pengamanan fisik.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kanwil Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal, di Bandarlampung, Kamis, mengatakan konsep pengamanan tersebut bertujuan menciptakan suasana kondusif melalui sentuhan kemanusiaan terhadap warga binaan.

“Dalam pemasyarakatan, pengamanan tidak hanya dimaknai sebagai penjagaan fisik semata. Kegiatan seperti buka puasa bersama keluarga juga merupakan langkah preventif, agar warga binaan termotivasi menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Hilal saat meninjau Lapas Kelas I Bandarlampung.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Hilal menegaskan pihaknya tetap akan mengambil tindakan tegas terhadap warga binaan yang terbukti melanggar hukum, terutama terkait peredaran gelap narkotika di dalam lapas.

Ia memberikan peringatan keras bahwa warga binaan yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba akan dipindahkan ke Lapas High Risk di Nusakambangan, Jawa Tengah.

“Jika terdeteksi masih bermain narkoba, akan kami pindahkan ke Nusakambangan. Di sana sistemnya one man one cell (satu orang satu sel). Tentu akan menyulitkan keluarga karena jarak yang jauh serta biaya besar. Kami harap ini menjadi pengingat agar mereka fokus memperbaiki diri,” tegasnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kanwil Ditjenpas Lampung juga melakukan penebalan pengamanan dengan menambah personel piket di setiap titik rawan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Bandar lampung, Ike Rahmawati, menambahkan bahwa pihaknya telah bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya untuk memperkuat pengawasan.

“Untuk pengamanan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, kami mengerahkan personel internal serta bersinergi dengan TNI dan Polri guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan,” katanya.

Ike memastikan pelayanan hak-hak warga binaan, termasuk pemenuhan ibadah di bulan suci dan layanan kunjungan, tetap berjalan optimal dengan pengawasan ketat agar situasi tetap aman dan lancar.