Lampung – Perjalanan karier di dunia olahraga tidak selalu berhenti ketika seorang atlet memutuskan gantung raket. Hal itu dibuktikan oleh Dana Prastowo, putra asal Lampung yang sukses mengubah pengalaman sebagai atlet menjadi modal untuk meniti karier sebagai pelatih hingga dipercaya menangani pembinaan bulutangkis di China, negara yang dikenal sebagai salah satu kiblat bulutangkis dunia.
Sebelum berkiprah di level internasional, Dana merupakan mantan atlet bulutangkis yang telah lama mengabdikan diri untuk kemajuan olahraga tepok bulu di Provinsi Lampung.
Kiprahnya sebagai pelatih bersama PBSI Lampung turut mengantarkan prestasi atlet-atlet daerah menembus berbagai kejuaraan nasional.
Lahir pada 10 November 1988, Dana memulai kecintaannya terhadap bulutangkis sejak usia dini. Ketekunan dan konsistensinya mengantarkan dirinya meraih berbagai prestasi sebagai atlet, di antaranya tampil pada Porprov Lampung 2004, serta mengikuti sejumlah turnamen seperti Bengkulu Open, Padang Open, dan Palembang Open.
Selepas menjadi atlet, Dana memilih
mengabdikan diri sebagai pelatih. Karier
kepelatihannya dimulai sejak 2007 dengan melatih PBSI Bengkulu Utara, kemudian berlanjut di PBSI Mukomuko, PBSI Pesisir Selatan Sumatera Barat, PBSI Semen Padang, hingga akhirnya kembali membina atlet-atlet di Lampung.
Di bawah kepelatihannya, bulutangkis Lampung terus menunjukkan perkembangan. Ia dipercaya menjadi pelatih kontingen Lampung pada berbagai ajang bergengsi, mulai dari PON Papua 2021, Porprov Lampung, Kejurnas, Pra-PON 2024, hingga PON Aceh-Sumut 2024. Dana juga menjabat sebagai Head Coach PB Arjuna Bandar Lampung, salah satu klub pembinaan yang melahirkan atlet-atlet potensial.
Dedikasinya dalam membangun prestasi tidak hanya diakui di tingkat daerah. Dana
mengantongi berbagai sertifikasi kepelatihan, mulai dari Basic Level Trainer Certificate, National Youth Coach Certificate, hingga BWF Level 1 Trainer Certificate yang menjadi bekal untuk berkiprah di level internasional.
Kini, langkah kariernya memasuki babak baru. Dana dipercaya menjadi pelatih di China, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa pelatih. asal Indonesia, khususnya dari Lampung, mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan di negara dengan tradisi bulutangkis yang sangat kuat.
Baginya, kesempatan melatih di China bukan sekadar pekerjaan, melainkan tantangan untuk terus belajar sekaligus memperluas wawasan kepelatihan. Ia harus beradaptasi dengan sistem pembinaan yang disiplin, metode latihan modern, serta budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme.
Meski berkarier di luar negeri, Dana tetap
menyimpan harapan besar terhadap
perkembangan bulutangkis Lampung. la ingin ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk ikut memajukan pembinaan atlet Indonesia di masa mendatang.
“Prestasi lahir dari kerja keras, disiplin, dan
kemauan untuk terus belajar. Saya berharap
semakin banyak atlet dan pelatih asal
Lampung yang berani bermimpi hingga
mampu bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.
Keberhasilan Dana Prastowo menjadi pelatih di China menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung. Kisahnya menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan putra daerah menembus panggung internasional, sekaligus mengharumkan nama Lampung di dunia bulutangkis.

