
Bandar Lampung – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-VII Mahan Bonsai Lampung berlangsung meriah melalui gelaran Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Kegiatan yang dipimpin Ketua Pelaksana, Isnandar, serta didukung Ketua PPBI Cabang Bandar Lampung, Andi Wijaya, ini menjadi wadah edukasi sekaligus ajang silaturahmi bagi para pecinta seni bonsai.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Lurah Rajabasa Nunyai, Nurmala Sari, S.E. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkenalkan seni bonsai kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pelestarian berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai estetika tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai kecintaan terhadap lingkungan dan seni tanaman hias.

Penilaian dalam kontes dilakukan oleh dewan juri nasional yang terdiri dari Munadi dari Temanggung, Wahyudi dari Bandung, dan Aprizal dari Lampung. Sebanyak 523 pohon bonsai yang mengikuti pameran dan kontes dibagi ke dalam dua kategori, yakni kelas bahan dan kelas jadi. Untuk kelas bahan, penilaian difokuskan pada gerak dasar pohon mulai dari akar hingga ujung mahkota. Sementara kelas jadi dinilai berdasarkan empat aspek utama, yaitu penampilan, gerak dasar, keserasian, dan tingkat kematangan bonsai.

Dalam kesempatan tersebut, Isnandar mengungkapkan bahwa Lampung memiliki potensi besar dalam dunia bonsai, khususnya untuk spesies Anting Putri yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Ia berharap pameran dan kontes ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menarik lebih banyak peminat di masa mendatang. Adapun penghargaan bergengsi Best in Show kelas jadi diraih bonsai Anting Putri milik Ibas Bandar Lampung, sementara Best Ten Jadi diraih bonsai Lohansung milik Ko Awun dari Pringsewu, Lampung. Untuk kategori Best in Class Bahan, penghargaan diberikan kepada bonsai jenis Sancang milik Darwin dari Lampung Tengah.

