BANDAR LAMPUNG — Setelah vakum selama lima tahun, Gebyar Pramuka Madaliyansa (GAPMA) IX kembali digelar MAN 1 Bandar Lampung. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (26/9/2026) di halaman utama madrasah tersebut disambut antusias dengan kehadiran 260 tim Pramuka dari berbagai pangkalan se-Provinsi Lampung.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan upacara pembukaan yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Erwinto. Pembukaan ditandai dengan pengibaran bendera GAPMA, pemukulan gong, serta pelepasan burung secara simbolis.
Dalam amanatnya, Erwinto mengapresiasi penyelenggaraan GAPMA IX yang dinilai menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mempererat silaturahmi.
“Perlombaan ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, melainkan sarana silaturahmi untuk membangun karakter yang lebih baik,” ujar Erwinto.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjadikan nilai-nilai Kepramukaan, khususnya Dasa Darma Pramuka, sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang menang jangan cepat berbangga diri, yang kalah jangan berputus asa. Kita harus tetap meningkatkan kemampuan diri agar dapat memimpin bangsa ini dengan lebih baik di masa depan,” tambahnya.
Sejak pukul 07.45 WIB hingga 17.00 WIB, ratusan tim mengikuti perlombaan dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas. Peserta terbagi dalam tiga jenjang, yakni 65 tim tingkat SD/MI, 96 tim SMP/MTs, dan 99 tim SMA/MA.
Sebanyak sembilan cabang perlombaan digelar, di antaranya Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), miniatur pionering, menggambar dan mewarnai, senam Pramuka, serta joget komando.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim, mengatakan kembalinya GAPMA menjadi momentum penting bagi madrasah untuk memperkuat semangat adaptasi dan kolaborasi.
Menurutnya, pelaksanaan GAPMA sempat mengalami penundaan akibat kondisi alam dan dinamika erupsi Anak Krakatau. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat panitia maupun peserta untuk kembali menghidupkan kegiatan tersebut.
“Sebagai salah satu madrasah percontohan dan etalase madrasah di Provinsi Lampung, MAN 1 sangat representatif untuk menyelenggarakan berbagai agenda besar. GAPMA yang sempat tidak aktif ini kini kembali hadir menyesuaikan dengan perkembangan eranya,” ungkap Lukman.
Semarak GAPMA IX berlanjut hingga malam hari. Seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup melalui upacara penutupan sekaligus penganugerahan hadiah kepada para pemenang yang berlangsung meriah pada pukul 19.00 WIB.
Kembalinya GAPMA IX diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antarpangkalan Pramuka sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan sportivitas kepada generasi muda.

